Bursa Inovasi Desa 2019

Pemerintah pusat memiliki keinginan untuk memajukan desa-desa di seluruh Indonesia. Hal itu juga merupakan langkah utama membangun bangsa. Pemerintah kemudian meluncurkan program dana desa yang selama hampir lima tahun ini dana yang telah terkucur sebanyak Rp 257 triliun telah dibagikan ke 74.957 desa di seluruh Indonesia.

 

Guna mengoptimalisasikan pemakaian dana desa, kembali pemerintah lewat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menggulirkan Program Inovasi Desa (PID). Program ini telah dilaksanakan sejak 2017 di bawah naungan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD).

Program ini hadir sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa.Dengan memberikan banyak referensi dan inovasi-inovasi pembangunan desa, diharapkan mampu memantik kreatifitas desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki.

Desa Bongkok Kecamatan Paseh menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Bursa Inovasi Desa 2019 Inovasi cluster 3 tahun 2019 dan di ikuti oleh 9 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang, diantaranya

  1. Kecamatan Paseh
  2. Kecamatan Conggeang
  3. Kecamatan Tanjung Kerta
  4. Kecamatan Tanjung Medar
  5. Kecamatan Jati Gede
  6. Kecamatan Tomo
  7. Kecamatan Buahdua
  8. Kecamatan Ujung Jaya
  9. Kecamatan Surian

dan dibuka secara resmi oleh Bapak M. Wasman (Sekdis DPMPD Kabupaten Sumedang)

Program Inovasi Desa ini merupakan suatu progaram pemerintah secara nasional , dengan adanya program ini diharapkan supaya desa-desa bisa berinovasi dalam membangun, tidak hanya terfokus dengan infrastruktur saja dalam pengelolaan dana desa yang kita ketahui selama ini, dalam program ini pemerintah mengarahkan dan memberikan gambaran tentang pontensi-pontensi desa yang dapat dijadikan inovasi untuk dikembangkan dan dibangun, setiap kepala desa kita bagikan tabel petunjuk berisikan menu bidang program yang diinginkan pemerintah untuk kemajuan dan mensejahterakan masyarakat desa, sala satunya ialah inovasi pengembangan bidang kerajinan khas desa, mengmbangkan kewirausahaan masyarakat, inovasi mengembangkan potensi wisata yang ada didesa, dan lain sebagainya, tinggal pilih potensi apa yang ada desa masing-masing yang dapat dikembangkan.

Bursa Inovasi Desa juga merupakan pemaparan dari masing - masing desa dalam berinovasi penggunaan dana desa, baik untuk pembangunan secara Fisik maupun untuk menunjang aspek Ekonomi di masing- masing desa dengan mengacu pada sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada di di suatu wilayah tersebut sehingga kelompok berani mengambil resiko dalam mengambil inovasi tersebut demi menuju sesuatu yg lebih baik.

BID bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pembangunan desa secara berkwalitas dan menjembatani masyarakat dalam penggunaan dana desa agar lebih efektif.

Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di Desa-Desa di lingkup Kabupaten. Bursa Inovasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Model Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kabupaten.

Adapun maksud pelaksanaan Bursa Inovasi Desa yaitu untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau altenatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan dan inovatif.
 
Sedangkan kegiatan-kegiatan yang akan dipamerkan dalam Bursa Inovasi Desa yakni kegiatan-kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa yang bukan dalam bentuk barang tetapi dalam bentuk ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa-desa.
 
Tujuan dari Bursa Inovasi Desa, antara lain sebagai berikut:

  • Mendiseminasikan informasi pokok terkait Program Inovasi Desa (PID) secara umum, serta Program Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa secara khusus.
  • Menginformasikan secara singkat pelaku-pelaku program di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa.
  • Memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa dalam menyelesaikan masalah dan menjalankan kegiatan pembangunan.
  • Membagi kegiatan inovasi yang telah di dokumentasikan dalam bentuk video maupun tulisan.
  • Membangun komitmen replikasi. 
  • Menjaring inovasi yang belum terdokumentasi. 
  • Membagi informasi Penyedia Jasa Layanan Teknis (PJLT).

Untuk diketahui bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa memiliki dua kewenangan khusus, yaitu kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal skala Desa. Untuk mendukung desa dalam pelaksanaan kedua kewenangan tersebut, Pemerintah telah mengucurkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sejak tahun 2015. Dengan adanya kuncuran dana ke desa-desa, diharapkan desa berkemampuan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara efektif, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa.
 
 
  
Namun, disadari bahwa kapasitas Desa dalam menyelenggarakan pembangunan dalam perspektif “Desa Membangun”, masih terbatas. Keterbatasan itu tampak dalam kapasitas aparat Pemerintah Desa dan masyarakat, kualitas tata kelola Desa, maupun sistem pendukung yang mewujud melalui regulasi dan kebijakan Pemerintah yang terkait dengan Desa. 
 
Sebagai dampaknya, kualitas perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pemanfaatan kegiatan pembangunan Desa kurang optimal dan kurang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa.
 
Diantara manfaat BID salah satunya adalah:
1. Yang pertama adalah fasilitasi dan pendampingan untuk saling bertukar pengetahuan, belajar kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang inovatif dengan desa lainnya,
2. Fasilitasi dan pendampingan untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih inovatif, serta sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat desa
3. Di samping itu, desa juga dapat memanfaatkan jasa layanan teknis untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembangunan dan pemberdayaan
4. Desa memperoleh kesempatan dan akses untuk meningkatkan kapasitas kegiatan perekonomiannya.