Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah dengan Budidaya Tanaman Pangan untuk Kebutuhan Rumah Tangga

Dalam rangka meminimalkan terjadinya gejolak kebutuhan pangan rumah tangga masyarakat disaat pademi Covid-19 ini, maka perlu adanya penanganan di bidang optimalisasi lahan, pekarangan dengan  budidaya tanaman pangan khususnya tanaman sayuran, penanaman pada lahan pekarangan rumah yang terbatas merupakan penjabaran dari salah satu strategi bidang Pertanian yang disampaikan oleh Bapak Menteri Pertanian RI, dimana budidaya tanaman tersebut dilakukan dengan beberapa sistem budidaya tanaman seperti vertikultur, hydroganik, aquaponik/minaponik, hydroponik, rumah lindung/rain selter dan tabulapot.

Strategi sektor pertanian ini  merupakan suatu kegiatan untuk mewujudkan ketahanan pangan  rumah tangga yang pelaksanaannya ditingkatkan dengan penanaman tanaman pangan berupa tanaman hortikultura (sayuran) di lahan pekarangan rumah yang dilaksanakan oleh rumah tangga masyarakat, pegawai, PKK/organisasi wanita, Kelompok Wanita Tani (KWT) dan lainya.

Optimalisasi pengelolaan lahan pekarangan untuk pengembangan usahatani tanaman sayuran perlu ditingkatkan pelaksanaannya agar dapat memberikan peningkatan produksi dan meminimalkan terjadinya gejolak harga yang tinggi pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani dan daerah. Pengelolaan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman sayuran  sangatlah berbeda dengan budidaya tanaman lainnya karena memerlukan penanganan lebih. Adapun langkah–langkah yang perlu diintensifkan untuk pemanfaatan lahan pekarangan dan telajakan dengan salah satu  kegiatan yaitu Budidaya tanaman sayuran dengan system Vertikultur”

Vertikultur atau vertical farming merupakan metode bercocok tanam secara vertikal. Dalam hal ini, wadah yang digunakan untuk bercocok tanam dengan keadaan berdiri di atas tanah atau penempatan media tanam disusun secara vertikal.  Sistem bercocok tanam vertikultur ini bisa dipadukan dengan sistem lainnya yang menggunakan media tanam berupa tanah, air, arang dan media lainnya. Bercocok tanam ini didasarkan pada kebutuhan manusia untuk bertani di tempat dengan lahan yang sempit seperti di teras atau pekarangan rumah, pinggiran jalan, atau tempat sempit lainnya. Tanaman yang dibudidayakaan sebaiknya mendapatkan sinar matahari langsung supaya tanamanmu bisa tumbuh dengan baik. Jenis tanaman yang dibudidayakan secara vertikultur adalah tanaman yang mempunyai postur tanaman yang pendek seperti strowberi, bawang merah, sawi, kangkung, bayam, selada, seledri dan lainnya.

Adapun keuntungan bercocok tanam secara vertikultur diantaranya :

  • Tempat media tanam bisa mengguna barang/benda bekas seperti ember, baskom, panci, plastik botol minuman mineral, pot dan lainnya
  • Bersifat portable karena dapat dipindahkan dengan mudah dari satu tempat ke tempat lainnya sesuai keinginanmu
  • Keperluan air dan pupuk/nutrisi yang dibutuhkan selama perawatan tanaman lebih rendah,
  • Budidaya tanaman  dengan sistem vertikultur memungkinkan untuk menanam puluhan jenis tanaman berbeda dengan luas lahan yang mencakup satu meter persegi saja.
  • Budidaya dengan sistem vertikultur merupakan budidaya tanaman ramah lingkungan yang mengarah ke budaya secara organik yang perawatan menggunakan pupuk/nutrisi dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara non kimia/Bio pestisida
  • Kuantitas dan kualitas produk lebih tinggi. Populasi yang banyak akan menghasilkan produksi persatuan luas lebih tinggi termasuk pemakaian pupuk dan pestisida alami yang digunakan akan meningkatkan kualitas produksi.
  • Kontinuitas produksi dapat dipertahankan sesui dengan keinginan.